Sunday, September 23, 2012

RANGKUMAN - Perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia


1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
    a. Teori Brahmana - J.C Van Leur
    b. Teori Ksatria - F.D.K Bosch
        Adanya raja-raja dari India yg datang menaklukkan daerah-daerah trtentu di Indonesia.
    c. Teori Waisya - N. J. Krom
        Kaum waisya menetap di Indonesia dan melakukan proses penyebaran kebudayaan India.
    d. Teori Sudra
        Agama Hindu dibawa masuk ke Indonesia oleh kaum sudra. Tujuannya utk mengubah kehidupan mereka saat mereka menjadi pekerja kasar dan budak di India.
    e. Teori Nasional
        Kaum brahmana, ksatria, para pedagang, maupun golongan sudra bersama-sama menyebarkan agama Hindu di Indonesia sesuai dengan peran masing-masing.

2. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia :
A. Kerajaan Kutai 
    - Kerajaan ini dibangun oleh Kundunga.
    - Peninggalan terpenting (7 )prasasti yupa berubah tiang-tiang.
    - Mulawarman merupakan raja termasyur.
    - Wrapakeswara = tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.
B. Kerajaan Tarumanegara
     - Didirikan oleh Rajadiraguru. Lalu digantikan oleh Dharmayawan.
     - Berhasil membawa Tarumanegara menjadi membawa berkat.
     - Prasasti-prasasti yg menceritakan kerajaan Tarumanegara, yaitu Prasasti Cirateun, Prasasti Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Cidanghiang, dan Prasasti Pasir Awi.
     - Punawarman menganut ibadah agama Hindu Waisnawa (penganut Dewa Wisnu).
C. Kerajaan Sriwijaya
    - Kerajaan Sriwijaya selalu disebut-sebut sebagai kerajaan yg megah dan jaya.
    
      Faktor-faktor pendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya:
       1. Letaknya yg strategis di Selat Melaka yg merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional. 
       2. Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina.
       3. Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan.

     Prasasti-prasasti Kerajaan Sriwijaya :
     a. Prasasti Kedukan Bukit
         Menceritakan perjalanan suci yg dilakukan oleh Dapunta Hyang dengan perahu.
     b. Prasasti Talang Tuo
         Menceritakan pembuatan taman riksetra untuk kemakmuran semua makhluk.
     c. Prasasti Kota Kapur
         Menceritakan adanya ekspedisi Sriwijaya ke daerah seberang lautan untuk memperluas kekuasaan.
     d. Prasasti Telaga batu
         Menceritakan kutukan-kutukan yang seram terhadap siapa saja yg melakukan kejahatan.
     e. Prasasti Karang Berahi
         Menceritakan permintaan kepada dewa yg menjaga Sriwijaya.
     f. Prasasti Ligor
       
   Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Balaputerdewa. Dalam Prasasti Nalanda, disebutkan bahwa Balaputeradewa mengajukan permintaan kepada Raja Dewapaladewa dari Benggala utk mendirikan biara bagi mahasiswa dan pendeta Sriwijaya yg belajar di Nalanda. 
   Sriwijaya pernah menjadi pusat pendidikan dan pengembangan agama Buddha.

     Sebab-sebab kemunduran Kerajaan Sriwijaya :
     a) Serangan Raja Dharmawangsa.
     b) Serangan dari Kerajaan Culamandala
     c) Pengiriman ekspedisi
     d) Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
     e) Serangan Kerajaan Majapahit.

D. Kerajaan Mataram
     Berita tntang Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yg dituliskan dalm huruf Pallawa dan bahasa sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna yg memerintah dengan bijaksana. Negara Yawadwipa pecah karena ia wafat. Sanjaya yg adalah putra dari Sannaha (saudara perempuan Sanna) menggantikan tahta tersebut. Singkat cerita, terdapat pengganti Sanjaya yg ada di dalam Prasasti Kalasan yg ditulis dengan huruf pra-Nagari dalm bahasa Sansekerta. Di prasasti itu dinyatakan bahwa para guru telah berhasil membujuk Tejahpurana Panangkarana utk mendirikan bangunan suci (Candi Kalasan) utk Dewi Tara dan sebuah biara utk para pendeta.
     Perpindahan agama dijelaskan dalam Prasasti Sojomerto yg berbahasa Melayu Kuno dan Prasasti Sankhara yg brbahasa Sansekerta. INTI yg didapat dari prasasti-prasasti tersebut adalah bahwa di dalam Kerajaan Mataram, walaupun raja-rajanya menganut agama yg berbeda tetapi mereka berasal dari satu keturunan.
    Perpindahan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diperkirakan disebabkan oleh hal-hal berikut :
    1) Menghindari serangan Kerajaan Sriwijaya.
    2) Rakyatnya menghindari kerja paksa utk pembangunan candi.
    3) Bencana alam meletusnya Gunung Merapi.
    
    Pada masa pemerintahan Airlangga, bnyak dibangun bangunan suci dan asrama utk pendeta dan petapa. Airlangga menganut agama Hindu aliran Waisnawa (pemuja dewa Wisnu). Setelah mengundurkan diri sebagai raja, ia menjadi petapa dengan nama Rei Gentayu.

E. Kerajaan Kediri
    Airlangga menyerahkan tahtanya kepada kedua anak laki-lakinya, yaitu Jayenrana dan Jayawarsa. Kerajaan dibagi menjadi dua dengan batas Gunung Kawi atas bantuan Empu Barada yaitu Jenggala dengan ibukotanya Kahuripan dan Panjalu dengan ibukotanya Daha (Kediri).
    Raja pertamanya ialah Sri Jayawarsa. Selanjutnya berturut turut raja-raja yg berkuasa di Kediri ialah Bameswara , Jayabaya, Sarweswara, Aryyeswara, Gandra, Srengga, dan Kertajaya.
      Pada tahun 1222 terjadi Perang Ganter antara Ken Arok dengan Kertajaya. Ken Arok dengan bantuan brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter. Dengan demikian, berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri.

F. Kerajaan Singasari
     Didirikan oleh Ken Arok. Setelah Ken Arok mendapatkan bantuan dari seorang brahmana, ia mengabdi kepada akuwu (bupati) di Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ia berhasil membunuh Tunggul Ametung dan menjadi penguasa Tumapel. Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Aemtung sebagai permaisurinya.
     Pada tahun 1222, ia berhasil membunuh raja terakhir Kediri. Ia kemudian naik tahta sebagai raja Singasari dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Girinda.
     Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh oleh Anusapati (anak Ken Dedes dari Tunggal Ametung) sebagai balas dendam. Anusapati berkuasa di Singasari selama 21 tahun dengan keadaan aman dan tenteram sampai akhirnya ia dibunuh oleh Tohjaya, putra Ken Arok. Pembunuhan itu jg berdasarkan balas dendam.
     Tohjaya memerintah hanya beberapa bulan saja Ia kemudian terbunuh oleh Ranggawuni (putra Anusapati). 
     Pada tahun 1248, Ranggawuni naik tahta (Wisnuwardhana). Pada tahun 1254, Wisnuwardhana mengangkat putranya Kertanegara sebagai Yuwaraja atau raja muda. Wisnuwardhana wafat pada tahun 1268 di Mandragiri.
     Kertanegara kemudian naik tahta dan menjadi raja terbesar Singasari. Bali, Kalimantan Barat Daya, Maluku, Sunda, dan Pahan dapat ditaklukannya.
     Pada tahun 1275, Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalaya ke Sumatra. Dengan adanya ekspedisi itu, terjadi suatu konflik yg membuat nyawa Kertanegara terancam. Pihak yg dirugikan tersebut menganggap perbuatannya adalah sebuah penghinaan dan tantangan perang. Akhirnya, Kertanegara kalah oleh Pasukan Kediri dan dibunuh. Jenazahnya dicandikan di dua tempat, yaitu Candi Jawi sebagai Siwa-Buddha dan di Candi Singasari sebagai Siwa-Bhairawa.

G. Kerajaan Majapahit
     Ketika pasukan Kediri menyerang istana Singasari, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil melarikan diri bersama keempat putri Kertanegara. Mereka ke Madura dan meminta bantuan kepada Arya Wiraraja. Atas nasihan Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan diperbolehkan membuka perkampungan di hutan Tarik yg diberi nama Majapahit.
     Pada tahun 1293, Raden Wijaya (kertarajasa) dinobatkan sebagai raja setelah ia menyerang pasukan Mongol.
     Kertarajasa meninggal pada tahun 1309 dan disemayamkan di Candi Siwa dan di Candi Buddha. Adapun anaknya yg bernama Kalagemet (dari isteri pertama, Tribuwana) dinobatkan sebagai Raja Majapahit berikutnya (Jayanagara). 
     Jayanegara mangkat pada tahun 1328 dibunuh oleh tabib istana, Tanca. Tanca kemudian dibunuh ileh Gajah Mada. Karena Jayanegara tidak mempunyai keturunan, maka yg berhak memerintah semestinya ialah Gayatri. Akan tetapi, Gayantri telah menjadi biksuni, maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleh putrinya Bhre Kahuripan (Tribuwana).
     Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta, Pemberontakan yang berbahaya ini dapat pula ditumpas oleh Gajah Mada, Sewaktu pelantikan, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Pemuda.
     Pada tahun 1350, Tribuwana turun tahta. Ia digantikan oleh Hayam Wuruk (Rajasanagara)
     Pada tahun 1364, Mahapatih Gajah Mada wafat. Hayam Wuruk menemui kesulitan utk menunjuk penggantinya. Akhirnya diputuskan pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri.
     Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389. Putri Hayam Wuruk memberikan hak nya sebagai pemimpin kerajaan tersebut kepada suaminya, Wikramawardhana. 
     Pada tahun 1429, Wikramawardhana meninggal dan digantikan oleh putrinya bernama Suhita (1429-1447). Suhita kemudian, digantikan oleh adik tiri-tirinya bernama Kertawijaya (1447-1451). Setelah itu, sejarah Majapahit semakin suram dan tidak tidak diketahui dengan pasti raja-raja penggantinya.

No comments:

Post a Comment