A. HUBUNGAN INTERNASIONAL
1. Pengertian Hubungan Internasional
-> Studi tentang interaksi antara beberaopa aktor yg berpatisipasi dalam politik internasional.
2. Pentingnya Hubungan Internasional Bagi Suatu Negara
~ Sangat ditentukan oleh Kekuasaan dan Keamanan.
~ Menurut Barry Buzan, ada lima ancaman terhadap keamanan, yaitu :
- Ancaman Militer
- Ancaman Politik
- Ancaman Sosial
- Ancaman Ekonomi
- Ancaman Ekologis
~ Sangat diperlukan dalam beberapa hal :
a. Demi kepentingan nasional yg meliputi kepentingan ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan kedaulatan wilayah.
b. Upaya pemeliharaan perdamaian dunia yg meliputi penyelesaian konflik secara damai dan membuat perjanjian damai.
3. Sarana-Sarana Hubungan Internasional
a. Diplomasi
-> Proses komunikasi antarpelaku politik internasional dan instrumen untuk mencapai tujuan kebijakan politik luar negeri suatu negara.
~ Bersifat netral (bermoral atau tidaknya).
~ Pada umumnya bersifat bilateral, namun berjalannya waktu maka diplomasi yg bersifat multilateral dirasakan semakin penting.
b. Negosiasi
-> Suatu upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi antara dua negara tanpa melibatkan pihak ketiga.
c. Lobby
-> Kegiatan politk yg dilakukan untuk memengaruhi negara tertentu, untuk memastikan bahwa pandangan atau kepentingan suatu negara dapat tersampaikan.
B. PERJANJIAN INTERNASIONAL
1. Makna Perjanjian Internasional
-> Suatu ikatan hukum yg terjadi berdasarkan kata sepakat antara negara-negara sebagai anggota organisasi bangsa-bangsa dengan tujuan melaksanakan hukum tertentu yg mempunya akibat hukum tertentu.
~ Diperlukan adanya :
a. Negara-negara yg tergabung dalam organisasi.
b. Bersedia mengadakan ikatan hukum tertentu.
c. Kata sepakat untuk melakukan sesuatu.
d. Betrsedia menaggung akibat-akibat hukum yg terjadi.
2. Istilah-Istilah Perjanjian Internasional
a. Traktat
Perjanjian paling formal yg merupakan persetujuan dari dua negara atau lebih.
b. Konvensi
Persetujuan formal yg bersifat multilateral dan tidak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi.
c. Protokol
Persetujuan tidak resmi dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala negara.
d. Persetujuan
Perjanjian yg lebih bersifat teknis atau administratif.
e. Piagam
Himpunan peraturan yg ditetapkan oleh persetujuan internasional.
f. Deklarasi
Perjanjian internasional yg berbentuk traktat dan dokumen tidak resmi.
g. Modus Vivendi
Dokumen untuk mencatat persetujuan internasional yg bersifat sementara.
h. Charter
Istilah yg dipakai dalam perjajian internasional untuk pendirian badan yg melakukan fungsi administratif.
i. Pakta
Istilah yg menunjukan suatu persetujuan yg lebih khusus dan membutuhkan ratifikasi.
j. Covenant
Anggaran dasar Liga Bangsa-Bangsa (LBB).
3. Tahap-Tahap Perjanjian Internasional
a. Perundingan (Negotiation)
Penjajakan hingga diperoleh sebuah kesepakatan dan rasa saling percaya.
b. Penandatangan (Signature)
c. Pengesahan (Ratification)
Dibedakan sebagai berikut:
1) Ratifikasi oleh Badan Eksekutif
Biasanya dilakukan oleh raja-raja absolut dan pemerintahan otoriter.
2) Ratifikasi oleh Badan Legislatif
Jarang digunakan.
3) Ratifikasi campuran (DPR dan pemerintah)
Paling banyak dipilih negara-negara di dunia.
Berdasarkan Konvensi Wina 1969 Pasal 24 menyebutkan bhwa sebuah perjanjian internasional mulai berlaku saat:
1) sesuai dengan waktu yg ditentukan dalam naska perjanjian tersebut;
2) perserta perjanjian mengikat diri pada perjanjian tersebut bila dalam naskah tidak disebut waktu berlakunya.
4. Pengikatan Diri pada Perjanjian Internasional
Republik Indonesia mengikatkan diri pada perjanjian internasional melalui pendatanganan, pengesahan, pertukaran dokumen perjanjian, dan cara-cara lain sebagaimana disepakati para pihak dalam perjanjian internasional.
5. Pembuatan Perjanjian Internasional
Dalam pembuatan perjanjian internasional, Republik Indonesia berpedoman pada kepentingan nasional dan berdasarkan prinsip-prinsip persamaan kedudukan, saling menguntungkan, dan meperhatikan, baik hukum nasional maupun hukum internasional yg berlaku.
6. Pengesahan Perjanjian Internasional
7. Pemberlakuan Perjanjian Internasional
8. Penyimpanan Perjanjian Internasional
Menteri bertanggung jawab menyimpan dan memelihara naskah asli perjanjian internasioanl yg dibuat oleh Pemerintah Republik Indonesia.
9. Pengakhiran Perjanjian Internasional
C. PERWAKILAN DIPLOMATIK
1. Makna Perwakilan Diplomatik
-> Perwakilan resmi suatu negara, baik politis maupun non politis dalam membina hubungan antara negara yg satu dan negara lainnya.
2. Tingkatan Perwakilan Diplomatik
Berdasarkan Kongers Wina (1815) dan Kongres Aux La Chapella (Kongres Achen) 1818, tingkatan perangkat diplomatik adalah sebagai berikut:
a. Duta Besar Berkuasa Penuh (Ambassador)
Perwakilan tertinggi dalam perwakilan diplomatik yg memiliki kekuasaan penuh dan luar biasa.
b. Duta (gerzant)
Wakil diplomatik yg pangkatnya lebih rendah dari duta besar.
c. Menteri Residen
Dianggap sebagail bukan wakil pribadi kepala negara.
d. Kuasa Usaha (charge de affair)
Kuasa usaha yg tidak diperbantukan kepada bela negara.
e. Atase-Atase
Pejabat pembantu dari duta besar berkuasa penuh.
1) Atase Pertahanan
2) Atase Teknis
3. Perwakilam Konsuler
a. Konsul Jenderal
b. Konsul dan wakil konsul
c. Agen konsul
4. Fungsi Perwakilan Diplomatik
Menurut Kongres Wina 1961, fungsi perwakilan diplomatik adalah sebagai berikut:
a. Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima.
b. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima di dalam batas-batas yg diijinkan oleh hukum internasional.
c. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima.
d. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan undang-undang dan melaporkan pada pemerintah negara pengirim.
e. Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara.
5. Hak Istimewa
a. Hak imunitas
Hal yg menyangkut pribadi seorang diplomat.
b. Hak ekstrateritorial
Hak kebebasan diplomat terhadap daerah perwakilan.
Monday, February 11, 2013
Tuesday, October 16, 2012
Saturday, October 6, 2012
I truly love this song!
Forever and Always - Parachute
She's sitting at the table, the hours get later He was supposed to be here She's sure he would have called She waits a little longer, there's no one in the driveway
No one's said they've seen him Why, is something wrong? She looks back to the window Suddenly the phone rings A voice says something's happened That she should come right now Her mind goes to December She thinks of when he asked her He bent down on his knees first, and he said [Chorus:]
I want you forever, forever and always Through the good and the bad and the ugly We'll grow old together Forever and always [Verse 2:] She pulls up to the entrance She walks right to the front desk They lead her down a million halls, a maze that's never ending They talk about what happened but she can barely hear them She tries to keep a straight face as she walks into the room She sits by his bedside, holds his hand too tight They talk about the kids they're gonna have and the good life The house on the hillside, where they would stay [Chorus:] Stay there forever, forever and always Through the good and the bad and the ugly We'll grow old together, and always remember Whether rich or for poor or for better We'll still love each other, forever and always [Bridge:] Then she gets an idea and calls in the nurses Brings up the chaplain and he says a couple verses She borrows some rings from the couple next door Everybody's laughing as the tears fall on the floor She looks into his eyes, and she says [Chorus:] I want you forever, forever and always Through the good and the bad and the ugly We'll grow old together, and always remember Whether happy or sad or whatever We'll still love each other, forever and always Forever and always, forever and always She finishes the vows but the beeps are getting too slow His voice is almost too low As he says, I love you forever, forever and always Please just remember even if I'm not there I'll always love you, forever and always
Thursday, September 27, 2012
Story of US
Standard Tuning
W/ Capo on 2 fret
-Intro- A Bm Dsus2 G A Bm Dsus2 G D A G I used to think one day we'd tell the story of us D How we met and the sparks flew instantly A G People would say, "They're the lucky ones" D A G I used to know my place was a spot next to you D Now I'm searching the room for an empty seat A G 'Cause lately I don't even know what page you're on A Bm Oh, a simple complication D Asus4 Miscommunications lead to fall out G So many things that I wish you knew A So many walls up I can't break through D Asus4 G Now I'm standing alone in a crowded room D And we're not speaking Asus4 G And I'm dying to know is it killing you (G) Like it's killing me? Bm A D I don't know what to say since a twist of fate G When it all broke down Bm A G And the story of us looks a lot like a tragedy now- Next chapter A Bm Dsus2 G D A How'd we end up this way? G See me nervously pulling at my clothes D And trying to look busy A G And you're doing your best to avoid me D A G I'm starting to think one day I'll tell the story of us D How I was losing my mind when I saw you here A G But you held your pride like you should have held me A Bm Oh, we're scared to see the ending D Asus4 Why are we pretending this is nothing? G I'd tell you I miss you but I don't know how A -stop I've never heard silence quite this loud D Asus4 G Now I'm standing alone in a crowded room D And we're not speaking Asus4 G And I'm dying to know is it killing you (G) Like it's killing me? Bm A D I don't know what to say since a twist of fate G When it all broke down Bm A G And the story of us looks a lot like a tragedy now A Bm Dsus2 G A Bm Dsus2 G D -once G This is looking like a contest (G) Of who can act like they care less D A G But I liked it better when you were on my side D G The battle's in your hands now (G) But I would lay my armor down Bm A G If you'd say you'd rather love than fight G So many things that you wish I knew A -stop But the story of us might be ending soon D (2x *fast/stop) Now I'm standing alone Asus4 (2x*) G -once G In a crowded room and we're not speaking D Asus4 G And I'm dying to know is it killing you G Like it's killing me? Bm A D I don't know what to say since a twist of fate G When it all broke down Bm And the story of us A G D Asus4 Looks a lot like a tragedy now, now, no-----ow G D And we're not speaking Asus4 G And I'm dying to know is it killing you (G) Like it's killing me? Bm A D I don't know what to say since a twist of fate G 'Cause we're go-ing down Bm A G ...stop And the story of us looks a lot like a tragedy now The End.
Tuesday, September 25, 2012
RANGKUMAN - Budaya Demokrasi
A.
PENGERTIAN DAN
PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
1. Pengertian Demokrasi
DUA
pandangan SBY mengenai demokrasi
a. Ukuran normatif. Demokrasi:
partisipasi rakyat dalam pengampilan keputusan untuk menetapkan kebijakan
·
Pemilu jurdil
·
Perekrutan kepemimpinan yang teratur
·
Penghormatan HAM
·
Kebebasan pers
b.
Ukuran demokrasi yang
mapan. Demokrasi disebut mapan jika memiliki
·
Civil society (masyarakat madani)
·
Political society
·
Economy society
·
Rule of law (aturan main: undang-undang dan
peraturan)
·
State apparatus (aparatur Negara)
Dari
segi pelaksanaan menurut INU KENCANA
a. Demokrasi langsung
Rakyat mewujudkan kedaulatannya kepada negara
secara langsung. Lembaga legislatif hanya
mengawasi.
b.
Demokrasi tidak langsung
(perwakilan)
Rakyat mewujudkan kedaulatan melalui lembaga
perwakilan.
Lembaga dituntut peka kepada kehidupan masyarakat.
Demos:
rakyat Kratos: kekuasaan
Demokrasi:
kedaulatan di rakyat, pemerintahan rakyat, kekuasaan oleh rakyat
|
2
. Prinsip-prinsip Demokrasi
yang Berlaku Universal
a. Robert A. Dahl
o Kontrol atas keputusan
pemerintah
o Pemilihan yang teliti dan
jujur
o Hak memilih dan dipilih
o Kebebasan menyatakan
pendapat tanpa ancaman
o Kebebasan mengakses
informasi
o Kebebasan berserikat
b. Riswandha Imawan: Prinsip demokrasi yang dikehendaki rakyat
o Demokrasi yang
deliberative ( mengutamakan musyawarah)
o Substantif (mengena ke
akar permasalahan)
o Partisipatif (melibatkan
seluruh rakyat)
Ukuran Negara demokratis
Sri Soemantri
Negara
dikatakan demokratis bila:
o Hukum ditetapkan dengan persetujuan wakil rakyat
o Hasil pemilu mengakibatkan pergantian orang-orang pemerintahan
o Pemerintahan
terbuka
o Kepentingan
Minoritas dipertimbangkan
Franz Magnis Suseno
o Negara terikat demokratis
hukum
o Kontrol oleh rakyat
o Pemilu bebas
o Prinsip mayoritas
o Jaminan hak demokratis
B.
MASYARAKAT MADANI
1. Pengertian masyarakat
madani (civil society)
Madani: “adab atau beraadab” adanya keterlibatan dalam
pengambilan keputusan, kontrol masyarakat dalam proses pemerintahan.
A. Zbigniew Rau: Masyarakat yang bebas
dari pengaruh keluarga dan kekuasaan Negara.
B. Han Sung-joo: Kerangka hukum
yang melindungi hak individu, perkumpulan sukarela bebas
dari Negara, ruang public yang mengartikulasi isu-isu politik, warga yang independen.
C. Anwar Ibrahim: Sistem social diasaskan pada prinsip moral
Civil society musuh alami otokrasi dan
kediktatoran. Civil society adalah bagian organic dari demokrasi.
2. Karakteristik
o Free Public sphere (ruang
public yang bebas): warga memiliki akses penuh terhadap kegiatan publik
o Demokratisasi: negara
demokrasi menjamin masyarakat madani
o Toleransi
o Pluralisme: mengakui
masyarakat majemuk
o Keadilan sosial
o Partisipasi social
o Supremasi hokum
C.
DEMOKRASI DI INDONESIA
1. Prinsip-prinsip demokrasi
pancasila
Prof. Dr. Drs.
Notonegoro, SH
Demokrasi pancasila adalah
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam
permusyawaratan/perwakilan yang berKetuhanan Yang Mahaesa, yang
berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia, dan
yang berkeadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Prinsip
demokrasi tertuang dalam sila keempat. Sila tersebut mengandung arti sebagai
berikut:
a. Prinsip pemerintahan
berdasar konstitusi.
b. Adanya pemili
berkesinambungan
c. Adanya peran
kelompok-kelompok kepentingan
d. Demokrasi pancasila
menghargai HAM dan melindungi hak minoritas
2. Pelaksanaan Demokrasi di
Indonesia pada Era Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi
a. Orde lama (1945-1965)
Kondisi politik tidak stabil. Presiden Soekarno memberlakukan
kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Penyimpangan yang terjadi:
o Penyimpangan
ideologis. Konsep pancasila berubah menjadi Nasakom (nasionalisme agama
komunis)
o Pelaksanaan
demokrasi terpimpin cenderung menjadi kekuasan pada Presiden.
o MPRS mengangkat
Ir. Soekarno menjadi presiden seumur hidup
o DPR hasil pemilu
1955 dibubarkan Presiden karena RAPBN tidak disetujui DPR. Dibentuk DPR Gotong
Royong tanpa pemilu
o Hak budget DPR
tidak berjalan pada tahun 1960.
o Pemimpin lembaga
tertinggi (MPRS) dan lembaga tinggi (DPR) dijadikan menteri Negara.
o Indonesia keluar
dari PBB
b. Orde baru (1965-1998)
Terbentuk 1 Okt 1965. Memberi DPR-GR hak control dan tetap
memiliki fungsi membantu pemerintah dan tidak merangkap jabatan menteri.
Perumusan Demokrasi Pancasila sebagai berikut:
o Demokrasi dalam bidang politik
o Demokrasi dalam bidang ekonomi
o Demokrasi dalam bidang Hukum
Namun
hal itu hanya sekedar teori. Rezim Orba ditandai oleh:
o Dominan peran
ABRI
o Sentralisasi
pengambilan keputusan
o Pengebirian
fungsi dan peran partai politik
o Campur tangan
pemerintan dalam urusan partai politik dan public
o Massa mengambang
o Monopoli
ideology Negara
o Inkorporasi
lembaga non pemerintah.
c. Era Reformasi
(1998-sekarang)
Sukses atau gagalnya suatu transisi demokrasi sangat
bergantung pada empat factor kunci:
o Komposisi elite politik
o Desain instusi politik
o Kultur politik
o Peran civil society
Menurut
Azyumardi Azra, ada empat prasyarat yang dapat membuat pertumbuhan demokrasi
menjadi lebih memberi harapan:
o Peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat secara keseluruhan.
o Pemberdayaan dan pengembangan kelompok masyarakat
o Hubungan
internasional
yang lebih adil dan seimbang
o Sosialisasi
pendidikan kewarganegaraan
Kebebasan
berpolitik tercemin dari:
·
Kemerdekaan pers
·
Kemerdekaan membentuk partai politik
·
Pemilu yang demokratis
·
Pembebasan narapidana politik (napol) dan tahanan politik
(tapol)
·
Otonomi daerah
Terwujudnya
kehidupan demokratis di era reformasi antara lain ditandai oleh:
·
Reposisi dan redefinisi TNI
·
Diamandemennya pasal-pasal politik
·
Kebebasan pers
·
Adanya kebijakan otonomi daerah
·
Pembuatan paket perundang-undangan politik
D.
Pemilihan Umum (Pemilu)
Tujuan Pemilu
·
Melaksanakan kedaulatan rakyat
·
Mewujudkan hak asasi politik rakyat
·
Memilih wakil rakyat
·
Melaksanakan pergantian personil pemerintah
·
Menjamin kesinambungan pembangunan nasional
Pelaksanaan pemilu 2004
Pemilu 2004 dilakukan dalam tiga
tahap. Tahap pertama bertujuan memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD. Tahap ini
dilaksanakan pada tanggal 5 April 2004. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan
pada 5 Juli 2004. Dengan tujuan memilih presiden dan wakil presiden.
E.
PERILAKU YANG MENDUKUNG
TEGAKNYA PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Perilaku yang mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi:
1. Membudayakan sikap terbuka
2. Mengutamakan dialog dalam
menyelesaikan masalah
3. Menghargai pendapat orang
lain
4. Mau belajar menerima
keberagaman
Menurut
Nurcholish Madjid, hidup demokrasi cukup mapan paling tidak mencakup 7 norma.
1. Pentingnya kesadaran akan
pluralism
2. Musyawarah
3. Pertimbangan moral
4. Pemufakatan yang jujur dan
sehat
5. Pemenuhan segi-segi
ekonomi
6. Kerjasama antarwarga
masyarakat dan sikap mempercayai itikad baik masing-masing
7. Pandangan hidup demokratis
harus dijadikan unsure yang menyatu dengan system pendidikan
Subscribe to:
Comments (Atom)